Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Tangerang Mulai Cermati Dampaknya

posmaba.com
12 Jun 2026, 00:06 WIB Last Updated 2026-06-11T17:14:38Z
Gambar ilustrasi

POSMABA.COM - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 mulai menyita perhatian masyarakat. Pasalnya, harga Pertamax mengalami lonjakan sebesar Rp3.950 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, sehingga memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap biaya hidup sehari-hari.


Selain Pertamax, PT Pertamina Patra Niaga juga melakukan penyesuaian harga Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga beberapa jenis BBM lainnya masih tetap, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter, Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.


Di Kota Tangerang yang dikenal sebagai daerah penyangga Jakarta dengan aktivitas masyarakat yang sangat dinamis, kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan akan memberikan dampak langsung bagi pekerja, pelaku usaha, hingga pengguna kendaraan pribadi. Mobilitas warga yang tinggi menuju Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, kawasan industri Jatiuwung, Batuceper, maupun sentra pergudangan di Tangerang Raya membuat kebutuhan bahan bakar menjadi bagian penting dalam pengeluaran harian.


Terlebih, banyak kendaraan keluaran terbaru yang dianjurkan menggunakan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax. Dengan tarif terbaru tersebut, pemilik kendaraan berkapasitas tangki 40 liter kini harus menyiapkan sekitar Rp650.000 untuk sekali pengisian penuh. Sebelumnya, biaya yang diperlukan hanya sekitar Rp492.000.


Kondisi ini diperkirakan akan menambah tekanan terhadap anggaran rumah tangga, khususnya bagi masyarakat kelas menengah yang bergantung pada kendaraan pribadi sebagai sarana utama untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.


Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi. Kenaikan harga Pertamax juga berpotensi meningkatkan biaya operasional di berbagai sektor usaha. Mulai dari pelaku UMKM, layanan transportasi daring, jasa pengiriman barang, hingga perusahaan logistik kemungkinan akan melakukan penyesuaian biaya apabila harga BBM tetap berada pada level tinggi dalam jangka waktu yang panjang.


Sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa kenaikan biaya transportasi sering menjadi faktor yang memicu meningkatnya biaya distribusi barang. Jika kondisi tersebut berlangsung secara luas, maka bukan tidak mungkin harga sejumlah kebutuhan masyarakat ikut mengalami penyesuaian.


Di sisi lain, selisih harga yang semakin lebar antara Pertalite dan Pertamax diperkirakan mendorong sebagian masyarakat beralih ke BBM bersubsidi. Namun pilihan tersebut tidak selalu memungkinkan karena banyak kendaraan modern membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi guna menjaga performa mesin dan efisiensi konsumsi bahan bakar.


Daftar Harga BBM Pertamina Berlaku Mulai 10 Juni 2026:

  • Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter

  • Pertalite: Rp10.000 per liter

  • Pertamax: Rp16.250 per liter

  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter

  • Dexlite: Rp23.000 per liter

  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter


Meski kenaikan harga Pertamax belum secara langsung memicu perubahan harga barang dan jasa, potensi dampak berantai terhadap biaya transportasi, distribusi, serta pengeluaran rumah tangga mulai menjadi perhatian. Bagi masyarakat Kota Tangerang yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, kondisi ini dinilai dapat menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya berbagai kebutuhan hidup lainnya.

Iklan

iklan