Serangan Balasan Iran Mengguncang Israel, Puluhan Target Disasar - POSMABA.COM

Minggu, 08 Maret 2026

Serangan Balasan Iran Mengguncang Israel, Puluhan Target Disasar

POSMABA.COM - Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran dan aliansi Amerika Serikat–Israel saling melancarkan serangan militer. Iran mengklaim mulai menggunakan rudal generasi baru sebagai balasan atas serangan yang dilancarkan ke wilayahnya.

Kantor berita Fars News Agency melaporkan, seorang pejabat Garda Revolusi Iran menyebut pengembangan sistem rudal tersebut telah dimulai sejak setahun lalu dan masih terus berlangsung hingga sekarang.

Juru bicara Garda Revolusi Iran, Brigjen Ali Naeini, mengatakan inovasi persenjataan baru kini mulai digunakan untuk menghadapi serangan Israel dan Amerika Serikat. Ia menegaskan Iran siap menghadapi perang jangka panjang untuk menghukum pihak yang menyerang negaranya.

Menurut Naeini, sejumlah senjata baru masih dalam tahap pengembangan dan belum digunakan secara luas. Dalam waktu dekat, Iran juga berencana menerapkan metode serangan baru yang disebut “Khaybar 4.”

Garda Revolusi menyatakan telah meluncurkan berbagai rudal, termasuk Khoramshahr dan Fath, ke wilayah yang disebut sebagai wilayah pendudukan Israel melalui beberapa gelombang serangan. Mereka mengklaim sedikitnya 22 target yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel menjadi sasaran balasan.

Iran juga menyebut sejumlah lokasi strategis menjadi target, termasuk pangkalan militer Amerika di negara-negara Teluk, serta area penting di Israel seperti Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv.

Di sisi lain, sistem pertahanan udara Iran dilaporkan berhasil menembak jatuh drone Israel tipe Haron yang mencoba menyerang beberapa titik di kota Isfahan.

Sementara itu, pejabat senior Iran Mohammad Mokhber menegaskan negaranya tidak berniat melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Ia menyatakan Iran dapat melanjutkan perang kapan pun dan selama yang dianggap perlu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah merusak jalur diplomasi. Dalam unggahannya di platform X, ia menyebut pendekatan Washington terhadap negosiasi nuklir justru memperburuk situasi dan menghancurkan proses perundingan.

Konflik ini memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran pada 28 Februari 2026. Ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Teheran serta beberapa kota lain seperti Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.

Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer tersebut bertujuan melindungi rakyat Amerika dan mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Seorang pejabat AS juga mengonfirmasi bahwa serangan itu berskala besar dan dapat berlangsung selama beberapa hari.

Di Israel, pemerintah langsung menutup sekolah, melarang pertemuan publik, dan meminta warga bekerja dari rumah. Wilayah udara Israel juga ditutup sehingga sejumlah penerbangan internasional terpaksa kembali ke negara asal.

Sebagai balasan, Iran mengirimkan drone tempur dan rudal ke wilayah Israel.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda